20 February 2017
ASURANSI JIWA
ASURANSI JIWA

Tanggal 20 Desember 2016, di Radio Sangkakala menyiarankan tentang Asuransi Jiwa dengan narasumber  Bapak Yanuar.

Asuransi Jiwa adalah tempat menyediakan proteksi terhadap resiko kerugian ekonomi yang disebabkan kematian dini.

Manfaat asuransi jiwa sangat banyak yaitu diantaranya:

Menyediakan dana bagi keluarga setelah pencari nafkah meninggal dunia, menutup biaya rumah sakit, menutup biaya kematian, menutup hutang (mis KPR rumah), biaya pendidikan anak, mulai penting ketika ada tertanggung (orang yang kebutuhan ekonominya tergantung pada kita): anak, istri yang tidak bekerja, tidak diperlukan ketika belum punya anak. Kelebihan uang sebaiknya digunakan untuk investasi, setelah ada anak, harus lebih didahulukan dari investasi, urutan penggunaan uang lebih:

Tabungan (dana cadangan +/- 3-6 bulan kebutuhan hidup) – Perlindungan (asuransi) – Investasi è ketiganya harus dibedakan

Asuransi dibedakan menjadi asuransi tradisional dan Unit Link

3 Jenis asuransi jiwa tradisional:

Asuransi jiwa berjangka (term insurance), Asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance), Asuransi jiwa dwiguna (endowment insurance)

Asuransi jiwa berjangka

Memberi perlindungan hanya jangka waktu tertentu, sesuai kebutuhan. Misalnya 1 tahun, 10 tahun, 20 tahun, dst. Manfaat dibayarkan hanya bila tertanggung meninggal selama jangka waktu perlindungan. Premi polis lebih rendah dibandingkan asuransi jiwa seumur hidup atau dwiguna. Ketika masa perlindungan berakhir dan tertanggung masih hidup, tidak ada pembayaran

Asuransi jiwa seumur hidup

Memberi perlindungan seumur hidup, tapi biasanya dibatasi sampai 99 atau 100 tahun tergantung perusahaan asuransi. Manfaat dibayarkan ketika tertanggung meninggal atau mencapai usia 99/100 tahun. Terdapat Nilai Tunai yaitu nilai uang dari asuransi, makin lama makin besar. Nilai tunai dibayarkan ketika tertanggung meninggal atau mencapai usia 99/100 tahun. Nilai tunai dapat diambil setelah asuransi berjalan beberapa tahun. Premi lebih tinggi dari asuransi jiwa berjangka

Asuransi jiwa dwiguna

Gabungan asuransi jiwa berjangka dan tabungan. Premi sebagian untuk biaya asuransi, sebagian untuk tabungan.Tabungan dibayarkan pada pemilik polis tiap jangka waktu tertentu, misal tiap 2 tahun/tiap 5 tahun/tiap 10 tahun. Apabila tertanggung meninggal selama masa perlindungan, menerima manfaat asuransi dan uang tabunga. Mendapat 2 kegunaan sekaligus, yaitu perlindungan dan tabungan. Premi mahal karena ada unsur tabungan

Pendapat pribadi: antara asuransi jiwa berjangka dan seumur hidup sebaiknya menggunakan asuransi jiwa berjangka. Pilih periode sampai anak terkecil berumur 25 tahun. Setelah itu anak sudah tidak perlu biaya, tidak mempunyai tanggungan. Asuransi tidak diperlukan. Dengan demikian premi lebih murah. Selisih biaya asuransi bisa diinvestasikan. Asuransi jiwa dwiguna sebaiknya tidak dipilih. Tabungan bisa dilakukan sendiri.

Unit Link merupakan gabungan asuransi jiwa dengan investasi. Premi sebagian untuk biaya asuransi, sebagian untuk investasi. Investasi bisa pada saham, obligasi, atau pasar uang, sesuai keinginan kita. Potensi pertumbuhan yang tinggi, tapi ada kemungkinan kerugian. Hasil investasi dapat dicairkan sewaktu-waktu. Hasil investasi dapat digunakan untuk membayar premi. Ketika meninggal, tertangung mendapat manfaat asuransi dan hasil investasi. Bila masih hidup pada usia 99/100 mendapat manfaat asuransi dan hasil investasi. Ada 2 kegunaan sekaligus, yaitu perlindungan dan investasi. Premi mahal karena ada unsur investasi.

Pendapat pribadi: Unit link cocok untuk orang yang perlu proteksi dan investasi. Bila baru mampu proteksi, sebaiknya asuransi tradisional karena lebih murah. Alternatif lain untuk proteksi dan investasi adalah asuransi jiwa berjangka (paling murah), selish harga premi digunakan untuk investasi pada reksadana. Biasanya reksadana murni kinerja lebih bagus dibandingkan unit link.

Asuransi tambahan (Riders): fitur-fitur yang dengan menambah premi bisa ditambahkan pada asuransi jiwa bila diinginkan . Contoh:

- Pembebasan premi (premium waifer): pembayaran premi digratiskan selamanya bila tertanggung mengalami cacat total tetap sehingga tidak bisa bekerja: penting

- Kecelakaan pribadi (personal accident): tambahan manfaat bila tertanggung meninggal akibat kecelakaan. Misalnya kecelakaan lalulintas, kebakaran, kecelakaan pesawt, dll. Penting bila sering bepergian/mennggunakan kendaran

- Penyakit kritis: memberikan manfaat bila tertanggung mengalami penyakit kritis misalnya kanker, jantung, dll. Dirinci dalam perjanjian

- Perawatan rumah sakit: memberikan manfaat bila tertanggung dirawat di rumah sakit, pastikan belum tercover dari perusahaan

- Operasi: memberikan manfaat bila tertanggung manjalani operasi

Tips dalam membeli asuransi jiwa

1. Tunggu sampai punya anak

2. Hanya bila punya penghasilan => ibu rumah tangga tidak perlu, anak tidak perlu

3. Pembayaran premi jangan sampai memberatkan keuangan, maksimal 10% penghasilan

4. Lebih baik asuransi jiwa berjangka (term insurance) daripada seumur hidup => premi jauh lebih murah . Atur agar tercover sampai anak paling kecil berumur +/- 25 tahun

5. Lebih baik asuransi jiwa tradisional daripada unit link. Investasi sebaiknya terpisah pada reksadana

Bila beli unit link, jangan cepat percaya pada ilustrasi

6. Sesaikan manfaat dengan keperluan => mis: apakah perlu uang pertanggungan 20 milyar. Biasanya tentukan kebutuhan hidup 1 tahun x 10, atau sampai anak terkecil lulus kuliah

7. Pilih hanya rider yang diperlukan

8. Pilih perusahaan asuransi yang sudah terkenal. Premi sedikit lebih mahal tidak apa2. Pastikan agen asuransi sudah tersertifikasi

Semoga Bermanfaat!

GATEWAYS FOR
SHARE