29 April 2019
Awas Investasi Bodong
Oleh Yanuar Dananjaya, B.Sc, MM

Investasi Bodong: investasi di mana investor menitipkan uang pada perusahaan investasi untuk dikelola, tetapi sedari awal perusahaan investasi sudah berencana untuk membawa lari uang investor

Sangat memprihatinkan:

  • -          Total kerugian investor selama 10 tahun terakhir 88,8 triliun Rupiah
  • -          Tahun 2017 OJK menemukan 80 kasus investasi bodong, 2018 108 kasus
  • -          Sebuah kasus bisa memakan korban ratusan ribu investor, dengan kerugian ratusan milyard rupiah
  • -          Selalu muncul kasus baru tiap tahun
  • -          Melakukan penipuan dengan cara yang sama atau hampir sama
  • -          Korban dari semua kalangan => pendidikan tinggi/rendah, penghasilan tinggi/rendah

Cara kerja investasi bodong:

  • -       Menawarkan bunga sangat tinggi sehingga menarik minat investor. Misalnya 10% per    bulan
  • -    Pada beberapa bulan pertama investor masih menerima bunga, sambil perusahaan    investasi berusaha menjerat lebih banyak korban
  • -   Setelah jumlah korban dan uang terkumpul cukup banyak, tiba2 pembayaran bunga  terhenti, kantor ditutup, orangnya tidak bisa dicari/dihubungi.

Ciri-ciri investasi bodong

  • -        Berani menawarkan hasil yang sangat tinggi dalam waktu singkat
  • -        Tidak jelas cara pengelolaan uang investor => uang diinvestasikan di mana?
  • -        Tidak punya ijin OJK
  • -        Usia perusahaan masih baru, biasa kurang dari 1 tahun

Tips dari OJK untuk mengenali investasi bodong: 2L

  • -    LOGIS: apakah masuk akal => bunga tinggi, waktu cepat, cara pengelolaan uang,    bandingkan dengan bunga pada umumnya
  • -        LEGALITAS: perizinan yang jelas, terdatar di OJK

Alasan maraknya investasi bodong:

-          Karakteristik masyarakat yang dipengaruhi emosi ketika membuat keputusan

  • Uang mudah membangkitkan emosi
  • Emosi sering mengalahkan akal sehat

-          Literasi keuangan masih rendah => 30% (hasil survey OJK 2017)

  • Masalah pada literasi keuangan bagian pemahaman risiko => tidak mampu menganalisa risiko => ketika ada investasi hanya fokus ke hasil, tidak memperhatikan risiko

Alternatif investasi bodong: investasi beneran

Contoh: deposito, emas, dollar, saham, reksadana

Saham:

  • -          Peluang keuntungan yang cukup besar
  • -          Peluang rugi juga besar => risiko tinggi
  • -          Perlu waktu dan keahlian untuk melakukan analisa saham 
  • -          Tidak disarankan untuk org yang tidak punya waktu atau keahlian

Reksadana:

-          Menitipkan uang ke perusahaan reksadana untuk diinvestasikan, perusahaan reksadana mengumpulkan uang dari banyak investor utk diinvestasikan bersama-sama

-          Ada 3 jenis: rekasadana saham, obligasi, pasar uang => yg umum saham

-          Keuntungan dibandingkan investasi saham sendiri:

  • Dikelola manajer investasi => tidak perlu waktu dan keahlian kita
  • Diinvestasikan bersama-sama dengan uang dari banyak org lain sehingga jumlahnya besar => bisa beli banyak jenis saham

Perbandingan reksadana dengan investasi bodong:

  • -          Ada ijin OJK
  • -          Uang jelas diinvestasikan di mana => saham/obligasi/pasar uang
  • -          Tidak menjanjikan hasil tertentu
GATEWAYS FOR
SHARE